Idola atu tokoh panutan kadang kala ada menjadi semangat dan seseorang akan berusaha untuk menjadi seperti apa yang mereka idolakan. Idola biasanya terutama para remaja biasanya pilihan jatuh pada artis, atau seseorang yang sedang ngetrend entah karena bagus suaranya, karena dandanannya atau bahkan karena kekayaannya namun ada juga yang karena kepandaiannya dan itu terjadi di manapun di dunia, di semua negara.
Namun ada yang menarik dari semua yang pernah saya lihat dan dengar tentang tokoh idola dari seorang remaja berumur belum genap 17 tahun yang sedang mengikuti tes wawancara untuk dapat lolos seleksi Paskibraka tingkat kota.
Setelah mengikuti beberapa tahapan tes remaja tersebut pada akhirnya masuk pada tahapan wawancara dan kebetulan yang mewawancarai menurutnya adalah seorang anggota TNI. Kurang lebih wawancara yang masih sempat saya ingat adalah seperti ini :
"apakah kamu tahu tinggi Tugu Yogya" ?
Ya saya tahu, pada awalnya adalah sekian mt (maaf saya lupa) dan sudah dipendekkan menjadi sekian Mt, jawabnya lugas
"Apakah kamu tahu gelar dari Sultan Yogyakarta"?
Ya, gelarnya adalah Sayidina bla...bla...bla (saya juga tidak ingat saking panjangnya)
Pertanyaan selanjutnya ... ini yang membuat saya geleng kepala meski sudah dibuat takjub juga dengan jawaban-jaban pertanyaan sebelumnya, pertanyaannya adalah :
"Apakah kamu memiliki idola"?
Tidak ... jawabnya
"Tidak punya ?! anak remaja seusiamu tidak memiliki idola ?!" Aneh tukas pewawancara
Ahh ... maaf ada pak, sergah remaja tersebut
"Siapa"?, tukas pewawancara antusias
Tuhan Yesus Kristus !!! jawabnya
"Yang manusia, bukan Tuhan", sergah bapak pewawancara
Bukankah Tuhan Yesus itu juga manusia pak !?
"Oke...lalu apa yang membuat kamu mengidolakan Yesus ?!"
Yesus mengasihi setiap manusia, dan saya ingin seperti Dia mengasihi sesama.
"Oke, silahkan keluar" wawancara selesai
Dan esok harinya remaja itu mencariku untuk men share kan pengalamannya
Setelah kami duduk berseberangan di rumah saya diapun muai bercerita seperti di atas dan diakhiri dengan pertanyaan kalau menurut bapak bagaimana ?
"Bagus jawabku ! saya suka itu, kamu sangat militan. Selanjutnya aku balik bertanya bagaimana kalau karena jawaban itu kamu tidak lolos ke tingkat propinsi ?
Tidak masalah pak, yang penting aku sudah menjawab dengan jujur.
Dan akhirnya remaja tersebut, benar tidak lolos ke tingkat propinsi namun tetap menjadi Paskibraka tingkat kota dan dari raut wajahnya ketika bertugas tidak ada penyesalan sedikitpun karenanya. Dia tetap melakukan tugasnya dengan penuh senyum bangga.
Senin, 14 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus