Peristiwa penyaliban merupakan sebuah perjalanan akhir dalam koteks kehidupan manusia seorang Yesus dalam pengembaraanNya di dunia. Akhir sebuah perjalanan hidup yang sangat menyakitkan karena dia sudah mengetahui secara pasti akan apa yang akan dilaluinya dalam kehidupannya di dunia dan sekaligus proses kematiannya meninggalkan dunia untuk bersatu di alamNya.
Terlepas dari konteks bahwa Yesus adalah seorang mesias, juru selamat, bahkan Tuhan sendiri, namun dalam hal ini tidak dapat dilupakan bahwa Yesus adalah juga manusia yang seutuhnya manusia yang tediri dari darah tulang, daging dan nafsunya sebagai manusia ... lalu ?
Saat ini proses penyaliban hanya dimaknai sebagai akhir yang sukses ! akhir yang menyelamatkan dan survivenya seorang Yesus. Kesedihan yang menyelamatkan ! Kesakitan dan penderitaan yang membahagiakan banyak orang. Namun sering sekali dilupakan dan justru jarang sekali diutarakan atau dikotbahkan atau di sharingkan adalah bagaimana Yesus berproses sehingga pada titiknya mendapatkan pencerahan yang sedemikian rupa ? mampu membaca visi Allah, berjalan menggapai visi tersebut dengan melakukan misinya dengan berbagai macam gerak dan laku dalam kehidupannya ?! Pertanyaan yang muncul kemudian bagaimana Yesus berproses ?
Jawaban dari pertanyaan tersebut sebenarnya mudah, Pelajari Injil secara menyeluruh dan jangan memenggal ayat. Tapi apakah mungkin hal ini dilakukan ? karena dalam hal ini dibutuhan waktu yang senggang dan tidak pendek, penuh dengan try and eror, penuh dengan pengamatan, perenungan dan pemahaman dan pengendapan yang sungguh sangat menyita waktu.
Oke marilah kita mencoba untuk memahami proses pembelajaran dari Yesus terlepas dia adalah Tuhan. Yesus sejak lahir sampai dengan usia 12 tahun senantiasa diasuh dan dijaga oleh orangtuanya, dan pada usia 12 tahun dia dipersembahkan di Sinagoge. (sekali lagi disini tidak akan bicara tentang keajaiban Yesus) dan setelah itu kemanakah Yesus kok tidak ada catatan sejarah masa remaja sampai dengan masa muda seorang Yesus ? Apakah memang tidak tercatat atau memang Yesus pada waktu itu menghilang ? dan pada usia 30 tahun Yesus kembali muncul dalam adegan dibaptis kemudian berpuasa dan digoda oleh setan/Iblis dan muncullah dialog-dialog tentang kesetiaan dan kepatuhan kepada Dzat tertinggi dan kemudian melakukan berbagai mujizat dan yang pertama pada pesta perkawinan di Kana.
Dari sini kita dapat mulai belajar perilaku Yesus yang masa anak-anak adalah belajar sampai pada mudanya selanjutnya memulai dalam tindakan yaitu melakukan puasa yang merupakan proses penawaran nafsu keduniawian. (bersambung)
